Keluarga Bahagia dengan gadget (Bagian 2)

Posted on

Ayah Bunda, zaman telah berganti. Pergantian generasi telah terjadi. Mari kita cermati pergantian dari generasi ke generasi. Dimanakah posisi kita?

– Generasi Builders usia 70 tahun keatas.
– Generasi Baby boomers usia 52 sampai 70 tahun.
– Generasi X usia 37 sampai 51 tahun
-Generasi Y usia 22 sampai 36 tahun
– Generasi Z usia 7 sampai 21 tahun
– Generasi A dibawah usia 7 tahun.

Mari kita fokus kepada anak-anak kita yaitu mereka yang menjadi generasi Z dan generasi A atau Alfa.
Ciri khas generasi Z mempunyai karakter lebih serba bisa, lebih individual, lebih global berpikiran, lebih terbuka lebih, lebih toleran, cepat terjun ke dunia kerja dan lebih wirausahawan.

Sedangkan generasi A diprediksi adalah menjadi generasi yang paling terdidik, lebih akrab dengan teknologi dan paling sejahtera. Hal besar yang mempengaruhi generasi Alpha mereka akan menjadi generasi yang sangat tergantung pada teknologi melebihi generasi sebelumnya

Ayah bunda, dengan perbedaan generasi antara kita dan anak kita maka benar apa yang dikatakan oleh sahabat Ali bin Abi Tholib , “Didiklah anakmu karena ia akan hidup di zamannya” Artinya kita harus menyiapkan anak-anak kita sesuai dengan zamannya. Sebagai orang tua, kita tentu menginginkan anak-anak kita menjadi generasi yang unggul di masa depan. Generasi yang menguasai zaman. Untuk itulah anak kita kita siapkan sejak sekarang agar mereka tidak hanya menjadi generasi pengikut atau pengguna saja.

Mari kita lanjutkan bagaimana agar keluarga kita bisa hidup bahagia dengan gadget. Setelah beberapa tips kita bahas di pekan kemarin yaitu dengan menjadi contoh bagi anak, dengan adanya aturan penggunaan gadget maka beberapa hal berikut yang bisa kita terapkan.
– Galilah potensi dan bakat anak sejak dini. Karena ini akan menjadi bekal kesuksesan tercepatnya di di kemudian hari. Terbukalah dengan menerima segala potensi yang ada pada anak kita. Jangan pernah meremehkan potensi apapun. Bisa jadi kita anggap remeh seperti anak banyak bicara, suka menggambar, bermain bola , mainan robot , mainan Lego dan lain sebagainya . Jika anak melakukan lebih dari anak yang lain , sangat betah, cepat menguasai, maka sangat mungkin itulah potensinya. Potensi yang bisa menjadi jalan suksesnya di kelak kemudian hari.
Jangan khawatir terhadap apa yang akan mereka kerjakan di masa depan karena 65% pekerjaan generasi Alpha belum ada pada saat ini.
Merekalah yang akan menciptakan pekerjaannya yang semuanya terkoneksi dengan gadget. Jadikan anak-anak kita hidup bahagia dengan potensinya ini adalah mudah besar bagi anak kita.
Selain memaksimalkan potensinya penggalian bakat ini juga akan mengalihkan anak dari penggunaan gadget yang kurang bermanfaat.
Berilah anak kesempatan untuk mengembangkan bakatnya melalui kegiatan ekstra , ikutkan komunitas atau masuk club yang cocok dengannya.

Apabila Ayah Bunda anak kita pada saat ini ini masih menggunakan gadget hanya untuk hal-hal yang bagi sebagian besar dari kita kurang bermanfaat, misalnya main game online, dan Ayah Bunda mengalami kesulitan untuk mengendalikan anak, maka terdengarkanlah Murottal/ bacaan Alquran ketika anak kita sedang bermain gadget. Tentu ini harus melalui pendekatan yang baik, sehingga anak kita mau melakukan hal tersebut karena resikonya anak kurang bisa menikmati permainannya. Tetapi percayalah ini adalah langkah yang sangat efektif untuk mengendalikan anak.

– Jika anak sudah berusia 13 tahun maka berilah dia kepercayaan untuk bisa memiliki HP sendiri. Tentu kita harus menyiapkan anak semaksimal mungkin agar gadget ini menjadi benda yang bermanfaat dan menjadi sarana kebaikan untuknya .

– berikan pondasi agama yang kuat. Ini adalah sebaik-baik bekal untuk anak kita. Walaupun mereka berkutat dengan gadget apabila mempunyai agama yang kuat, mereka tidak berani membuka hal-hal yang tidak boleh mereka lihat atau melakukan yang tidak seharusnya. Dengan kondisi tersebut penggunaan gadget lebih cenderung untuk hal yang baik. Dengan bekal agama yang baik, anak akan mengetahui dan membedakan mana yang benar danl mana yang salah.

– Pastikan anak mau bekerjasama dengan orang tua dalam penggunaan gadget. Biasanya pada saat-saat tertentu seperti ketika ujian yang tidak menggunakan Gadget. HP harus diberikan kepada orang tua agar lebih maksimal belajarnya.

Ayah Bunda demikian beberapa tips agar keluarga kita selalu menjadi keluarga yang berbahagia dengan gadget. Mari kita jadikan gadget kita menjadi sarana kebaikan dan kebahagiaan rumah tangga kita. Sarana mendekatkan hati kita antar keluarga, sehingga keluarga kita semakin harmonis.

Kepala Sekolah SDII Al Abidin Surakarta

Bunda Farida Nur’Aini