Pungut Sampah sebagai Aksi Dukungan kepada Gerakan Internasional World Cleanup Day

Posted on

Pungut Sampah sebagai Aksi dari Gerakan Internasional, World Cleanup Day

World Cleanup Day diinisiasi pertama kali oleh organisasi masyarakat di Estonia, yang disebut Let’s Do It, pada 2008. Setelah 10 tahun perjalanan, gerakan ini disambut oleh berbagai negara dan menjadi asal muasal lahirnya World Cleanup Day untuk melakukan aksi bersih-bersih secara serentak.

Di Indonesia, World Cleanup Day diperkenalkan oleh Let’s Do It Indonesia yang merupakan organisasi di bawah jaringan Let’s Do It World pada tahun 2014. Setelah 4 tahun perjalanan, Indonesia mencatat sejarah bagi aksi gotong royong dan dinobatkan sebagai pemimpin cleanup terbesar.

Tahun ini, World Cleanup Day Indonesia mengambil tema Cleanup for Peaceful Indonesia. Hal ini dikarenakan pada 21 September ditetapkan International Day of Peace atau Hari Perdamaian Internasional oleh PBB.

Dengan menggandeng masyarakat dari berbagai pihak dan latar belakang, WCD diharapkan menjadi momentum persatuan untuk semua orang berbuat baik untuk bumi.

World Cleanup Day juga merupakan aksi yang sejalan dengan kampanye pemerintah Indonesia, yaitu Gerakan Indonesia Bersih. Pada 15 September tahun lalu, Indonesia memimpin aksi cleanup terbesar di dunia. Indonesia memecahkan rekor tertinggi untuk jumlah relawan, yaitu sebanyak 7,6 juta orang. Para relawan berhasil mengumpulkan sampah lebih dari 14 ribu ton dari cleanup di seluruh Indonesia. Tahun ini,menargetkan 13 juta relawan berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih. WCD 2019 digelar secara serentak di 157 negara. (Sumber : https://darilaut.id/berita/hari-ini-world-cleanup-day-serentak-di-157-negara )

Serentak dengan hal ini, seluruh siswa SDTQ Al Abidin Surakarta juga melakukan aksi pungut sampah sebagai dukungan WDC Indonesia. Anak-anak mengambil sampah yang ada di area kelas, selasar dan taman yang ada di depan kelas. Sampah yang diambil anak-anak juga beraneka ragam, mulai dari sampah kering sampai sampah basah, sampah anorganik sampai sampah organik.

Tak hanya pembiasaan untuk mengambil sampah, dari gerakan ini diharapkan anak-anak memiliki kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Sehingga tujuan dari World Cleanup Day bisa terwujud, yaitu terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Dalam pelaksanaan aksi ini, anak-anak tetap diajarkan untuk menjaga kebersihan. Mereka dibiasakan mencuci tangan setelah aksi bersih-bersih.

Baarakallahu fiikum.

Sumber Berita