Investasi untuk anak

Posted on

Gambar terkait

Ayah Bunda, salah satu efek era digital adalah orang menyukai hal yang instan. Semua serba cepat. Dengan sekali klik informasi ada di tangan. Dengan sekali sentuh minuman dan minuman tersedia. Namun ternyata tidak semua hal instan itu baik. Karena ada proses natural yang terpangkas. Hasilpun tidak sebaik yang dilakukan dengan proses alami.

Nah, sekarang kita fokus membicarakan makanan dan minuman.

Apakah ananda penyuka makanan instan? Hampir semua anak menyukai makanan instan seperti mi instan, nuget,sosis dan sebagainya. Demikian juga minuman instan yang dikemas dalam kaleng. Ahli kesehatan menyarankan sebaiknya kita membatasi mengkonsumsi makanan dan minuman instan karena efek jangka panjangnya tidak baik untuk kesehatan bahkan bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.

🌷Ayah bunda, mari sekarang kita bandingkan lebih baik dan lebih bergizi yang mana berikut ini.
Buah apel dengan sari buah apel?
Bayam dengan kripik bayam?
Ayam dengan nuget ayam?
Tentu kita semua sepakat lebih baik yang asli, yang alami. Bukan yang diproses dengan berbagai tahap sehingga mengurangi khasiatnya.  Kesehatan adalah investasi jangka panjang sehingga kita sebagai orang tua harus berusaha semaksimal mungkin agar kita memberikan investasi kesehatan yang prima kepada anak-anak kita. Tentu kita tidak menginginkan anak-anak kita menderita penyakit kelak di kemudian hari yang disebabkan karena salah pola makan. Bahkan tidak hanya jangka panjang. Dalam usia anakpun bisa terjadi anak sakit karena salah pola makan. Salah satu akibat terberat jangka panjang yang dikarenakan mengkonsumsi makanan tidak sehat adalah penyakit kanker. Penyakit yang sangat mengerikan.

Jangan sampai anak keturunan kita menderita karena kesalahan kita sebagai orang tua dalam memberikan makanan dan minuman.

🌷 Ayah Bunda, kita diciptakan dari tanah maka makanan yang terbaik adalah makanan yang berasal dari tanah, yaitu sayuran dan buah. Maka jika kita mengkonsumsi sayur dan buah maka tubuh akan mudah untuk mencerna karena berasal dari sifat yang sama . Sebagai orangtua kita harus kreatif dan berusaha semaksimal mungkin agar anak kita menyukai sayur dan buah. Tidak ada yang tidak mungkin. Hanya membutuhkan kesabaran dan ketelatenan kita.

Cara yang paling efektif untuk menjadikan anak-anak kita menyukai sayur dan buah adalah contoh dari orang tuanya yaitu kita. Jika kita sudah memberikan contoh dengan mengkonsumsi sayur dan buah maka anak-anak kita akan mudah meniru tanpa banyak memberi nasehat.

Untuk daging dan ikan juga diperlukan. Tentu saja kita harus mengkonsumsi daging yang halal dan thayyib. Mengapa kita harus memperhatikam makanan dan minuman anak kita? Karena apa yang kita makan akan mempengaruhi sifat dan karakter kita. Makanan dan minuman akan merasuk ke dalam darah dan daging kita. Untuk itulah Allah melarang kita mengkonsumsi binatang yang bertaring. Gigi taring itu digunakan untuk mengoyak daging mentah. Mereka mempunyai sifat tega dan ganas dalam berburu mangsa. Sehingga apabila manusia mengkonsumsi dagingnya sifat tega dan ganas binatang itu akan menyatu ke dalam tubuh manusia dan mempengaruhi sifat dan karakter yang mengkonsumsinya. Ia pun akan menjadi ganas dan tegaan.

Buah dan sayur itu bersifat dingin. Daging bersifat panas. Semua akan mempengaruhi sifat yang mengkonsuminya.
Maka konsumi daging dalam jumlah secukupnya saja.

🌷 Ayah bunda, mari berikan investasi terbaik untuk anak-anak kita.
Investasi yang hasilnya akan didapatkan puluhan tahun kedepan.  Maka sebisa mungkin hindarilah makanan,-makanan junk food, siap saji, makanan dalam kaleng, minuman bersoda dan makanan-makanan instan.
Konsumsi makanan tersebut hanya dalam kondisi yang yang terpaksa saja. Atau berilah batas waktu tertentu minimal. Misalnya 2 minggu satu kali saja. Siakan bicarakan dan sepakati hal ini dengan keluarga.
Mari kita kembali ke alam. Mengkonsumsi makanan yang sehat dari alami. Inilah cara cara kita bersyukur kepada Allah akan nikmat tubuh yang diberikan.

Oke, siap Bunda ? Bismillah….pasti bisa!

Salam parenting..

Kepala Sekolah SDII Al Abidin Surakarta
Bunda Farida Nur’Aini