Selamat Jalan Gus Sholah

Posted on

Selamat Jalan Gus

KH. Salahuddin Wahid atau akrab disapa Gus Solah, lahir di Jombang tanggal 11 september 1942. Putra ketiga dari enam bersaudara putra-putri KH Wahid Hasyim dan Nyai Hj. Sholihah putri KH. Bisri Sansuri. Ia juga adik kandung dari Mantan presiden ke empat, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Meski menjadi putra kiai, Gus Solah memperoleh pengajaran cukup berbeda dengan saudaranya Gus Dur.

Jika Gus Dur lebih banyak menghabiskan masa kecilnya di lingkungan pesantren, Gus Solah malah banyak menempuh pendidikan umum mulai dari SD Perwari Salemba, SMP Negeri 1 Cikini lanjut SMA Negeri 1 Budi Utomo hingga menamatkan kulaihnya di jurusan Arsitek ITB.

Tak saja itu, kehidupannya usai lepas dari kampus juga banyak bergerak di bidang arsitektur. Gus Solah adalah salah satu arsitek handal dan pernah mengepalai beberapa perusahaan konstruksi besar hingga akhirnya berhenti di tahun 1998, setelah krisis moneter melanda Indonesia. Selain juga bergerak di beberapa organisasi dan partai politik, bahkan sempat juga digandeng Wiranto untuk menjadi calon wakil presiden 2004.

Di usianya yang ke-64 tahun beliau ditunjuk memimpin pesantren Tebuireng,Jombang. Dirinya terbukti mampu menjalankan tugas dengan baik. Bahkan, seringkali disebut sebagai pembaharu Pesantren Tebuireng. Ini terlihat dari pembangunan dan revitalisasi hampir di segala bidang di Tebuireng, mulai berjalan secara masif.

Terhitung sejak 2007, sejumlah wisma baru dibangun menggantikan pemondokan lama. Masjid baru Tebuireng juga dipugar. Bahkan sejumlah kamar baru dibangun dengan konsep modern dan tertata rapi. Tak saja di sisi fisik, di ranah pendidikan, sejumlah kebijakan baru diterapkan. Kurikulum ditata sedemikian rupa hingga dibuatnya lembaga khusus bernama penjamin mutu untuk mengawasi langsung kurikulum yang berjalan. Sejumlah sekolah baru juga didirikan. Sebut saja madrasah Muallimin hingga Sma Trensains. Juga tak ketinggalan Unhasy yang berhasil dibangkitkan setelah sempat mengalami kemunduran saat bernama Ikaha.

Dan setelah 11 tahun menjadi Pengasuh Tebuireng, dirinya kini mulai menata kehidupannya sendiri. Bahkan ia menyebut kemungkinan besar tahun depan dirinya akan segera melepas jabatan sebagai pengasuh, dan akan lebih konsen untuk menikmati hari tua.

Tak saja KH Wahid Hasyim yang dikenal jago menulis dan membaca. Kebiasaan ini ternyata juga menurun ke Gus Solah. Ya, kebiasaan Gus Solah menulis sebenarnya baru muncul ketika dirinya mulai menutup kantor jasa kontraktornya karena krisis moneter 1998 silam.

Di tahun-tahun itu, Gus Solah mengaku sempat menganggur setelah ditutup kantornya. Masa itulah yang menjadi titik tolak kehidupannya. Ia mengaku menjadi lebih sering menghabiskan waktu untuk membaca dan belajar menulis.

Tepat di tanggal 2 Februari 2020, beliau meninggal dunia. Gus Solah telah meninggalkan kita semua, namun semangat, jasa, dan inspirasinya tak akan pernah mati. Selamat jalan Gus.. (dari berbagai sumber)

Source link