Anak Sukses Dunia Akhirat, Inilah 6 Cara Mendidik Anak Ala Rasulullah

Posted on

Kesalehan Rasulullah memang patut ditiru, khususnya dalam mendidik anak. Meskipun Nabi Muhammad lebih banyak diasuh dari tangan satu ke yang lain, dari kakeknya hingga pamannya, dari satu susuan ke susuan lain, namun mereka semua terpilih, baik akhlak sekaligus moralnya.

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan cara mendidik anak seperti yang diajarkan Rasulullah SAW memiliki nilai akhlakul karimah karena Rasulullah merupakan uswatun hasanah (teladan yang baik) tentu saja dapat menjadi panutan bagi orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

Lalu bagaimana cara Nabi Muhammad sang Rasulullah mendidik anak agar sukses dunia akhirat? Untuk setiap ayah-bunda, berikut enam cara mendidik anak ala Rasulullah:

  1. Membentuk Aqidah dan Keimanan

Mengenalkan Allah sejak dini, yaitu dari bayi hingga dewasa. Mengenalkan ketauhidan, siapa Allah dan tujuan Allah SWT menciptakan manusia. Membentuk karakter anak seperti membentuk aqidah dan keimanan sebagai tonggak awal kesuksesan anak ke depannya.

Allah berfirman:

 وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِوَهُوَيَعِظُهُيَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ ۖ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’” – (QS .Luqman: 13)

  1. Mengajarkan Agama dan Aklaq (moral)

Ustadz Ainul mengatakan, “Nabi mengajarkan anak-anak beliau akhlak karimah, Akhlak terhadap Allah dan akhlak terhadap sesama manusia, termasuk kepemimpinan, kesabaran dan kesederhanaan hidup,”

Selain itu Nabi Muhammad memberikan tauladan dan petunjuk, baik teguran ketika seorang anak yang telah berbuat kesalahan, serta memberi pujian jika itu baik.

Rasulullah SAW, bersabda:

قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ}.

Artinya: “Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik.” – (HR. Imam At-Tirmidzi – Imam Al-Hakim)

  1. Amanah dan Tanggung Jawab

Mengerti konsep bahwa tugas sebagai seorang muslim ialah melaksanakan perintah Allah, sejak dini mengajarkan salat dan kewajiban kewajiban lainnya serta menjauhi larangannya

Rasulullah SAW bersabda:

،مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْبِالصَّـلاَةِ وَهُمْأَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَوَاضْرِبُوْهُمْعَلَيْهَاوَهُمْ أَبْنَاءُعَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Artinya: “Suruhlah anak kalian salat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggalkan salat, maka pukullah ia, dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita)” – (HR Abu Dawud)

  1. Limpahkan Kasih Sayang

Dekatkan diri pada anak jadilah orangtua sekaligus sahabat bagi anak. Ajari anak keterbukaan, komunikasi dan informasi dalam segala aspek kehidupan, sehingga Anak merasa nyaman ketika berhadapan dengan orang tuanya.

  1. Memilih Kawan yang Baik

“Nabi Muhammad dari mulai kecil berada di lingkungan yang baik, lingkungan yang sehat lahir dan batin di tengah degradasi moral kaum Quraisy pada waktu itu,” tuturnya Ustadz Aiman. ajarkan memilih kawan yang baik. Tumbuhkan lingkungan yang sehat, dan penuh kebahagiaan sehingga akan tercipta generasi yang kuat.

Hal ini juga dijelaskan dalam riwayat hadist, Rasulullah SAW bersabda:

اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.

Artinya:

“Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman,”- (HR Imam .Abu Dawud-Imam Ahmad)

  1. Mendo’akan Anak

Para orang tua jangan pernah lupakan berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk anak-anaknya yang terbaik. “Jangan tanggung-tanggung ketika meminta kepada Allah buat anak-anak tercinta,” katanya.

رَبِّاجْعَلْنِي  مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيرَ ۚ بَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَااغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Artinya: “Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang–orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhanku, perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab” (QS Ibrahim; 40-41).

“Secara lahir Nabi tidak pernah kekurangan kasih sayang, walaupun tidak diasuh langsung kedua orangtua, dan secara batin Nabi terjaga dari kemungkaran serta kontaminasi orang-orang berakhlak tercela, imunitas jasmani dan rohani Nabi terjamin suci,” pungkasnya.

Baca juga : https://platinum.alabidin.sch.id/waktu-waktu-mustajab-untuk-berdoa/
Yuk kenalan lebih dekat dengan kami, TK terbaik di Colomadu, Karanganyar :
Instagram : https://www.instagram.com/tkquranplatinum_alabidin/
Facebook : https://web.facebook.com/profile.php?id=100009696995088
INFO PENDAFTARAN : https://platinum.alabidin.sch.id/psb/

Sumber Berita