Iya Sayangku

Posted on

🌷 Ayah Bunda, bagaimana cara kita memanggil anak merupakan aplikasi dari besarnya cinta kita dan tingkat kedekatan kita  dengan anak.

Mari kita bedakan, apa saja jenis panggilan ke anak.
1. Memanggil langung namanya.
Misal, ” Tin.. Nung..Ka..”
Datar- datar saja ya,bun? Tidak ada yang khusus, karena panggilan langsung nama ini bersifat umum. Teman sepergaulan juga memanggil dengan nama langsung.
Mari usahakan seminimal mungkin kita usahakan memanggil anak dengan namanya langsung.

2. Memanggil dengan panggilan khusus.
Misal, orang Jawa memanggil dengan panggilan ‘Le’ dari kata ‘thole’ yang berarti anak laki-laki , atau ‘nduk’ yang berarti ‘genduk’ ini merupakan bentuk kedekatan hubungan kita, bahwa dia kita akui sebagai orang yang dekat dengan kita.
Atau membahasakan ke saudaranya, ‘ kak’ atau ‘adik’. Atau ‘mas’ dan ‘mbak.’
Panggilan ini membuat anak terakui keberadaan dan posisinya. Merasakan penerimaan yang optimal dari keluarganya.

3. Panggilan sayang
Lebih dari sekedar pengakuan panggilan sayang ini terasa sangat menentramkan hati membuat nyaman dan merasa disayang.
Misal :
– sayang.. sini deh. Mama bawain makanan kesukaanmu.
– ya sayang. Mama tahu kamu gak suka. Tapi ini baik untuk kamu
– ada apa to, sayang? Wajah kamu kok kusut gitu?
Rasakan…
Nyaman sekali ya bun?

Efek positip memanggil anak dengan ‘sayang’ antara lain :
1. Menjadikan bonding hati antar anak dan orangtua
2. Menjadikan tubuh memproduksi hormon dopamin,salah satu hormon bahagia yang secara alami diproduksi oleh tubuh, ketika mendapatkan pengakuan dan pernyataan cinta.
3. Menjadikan anak merasa dicintai dan nyaman bersama orangtuanya

🌷Ayah  bunda, mari panggil anak kita dengan penuh cinta. Dan rasakan kebahagiaan itu mengalir pada ada diri kita dan keluarga kita.

#tetapsemangat
#salamparenting

Humas Yayasan Al Abidin Surakarta
Bunda Farida Nur’Aini