Mengenalkan kisah Nabi kepada anak

Posted on

Assalamualaikum sahabat Al Abidin boyolali, apa kabar? Semoga sahabat semua selalu dalam keadaan sehat ya ..

Nah teman teman semua, hari ini kita menambah wawasan yuk mengenai siroh nabi Muhammad, ada yang mau tahu bagaimana kisahnya ? Yuk kita simak bersama sama.

Kisah Nabi Muhammad SAW dimulai sejak hari kelahirannya, yakni pada tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan di hari Senin, 20 April 571 M.

Momen ini terjadi bersamaan dengan peristiwa sensasional dimana terdapat pasukan gajah yang hendak merobohkan Ka’bah, tempat suci nan bersejarah bagi kaum Muslimin.

Allah SWT pun mengirimkan segerombol burung ababil untuk menghentikan perbuatan buruk tersebut dengan cara menjatuhkan batu-batu penyebar penyakit kepada kaum berpasukan gajah.

Di tahun yang dikenal dengan tahun Gajah inilah Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah. Sayangnya, beliau terlahir sebagai anak yatim sebab ayahnya, Abdullah bin Abdul Mutalib, telah wafat ketika Rasulullah SAW masih berada di dalam kandungan ibunya, Aminah binti Wahab.

Tak lama setelah itu, ibunya pun meninggal dunia ketika Rasulullah SAW masih berusia 6 tahun. Sehingga, Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib.

Namun, tak disangka, kakeknya hanya bisa menemani nabi selama 2 tahun sebelum akhirnya kembali ke Rahmatullah.

Akhirnya Muhammad SAW dibesarkan oleh pamannya yakni Abu Thalib. Meskipun hidup dalam serba kesulitan, mereka berdua adalah orang dermawan yang tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk bersedekah.

Kisah Nabi Muhammad SAW ketika mendapatkan wahyu Allah SWT

Ketika telah dewasa, Nabi Muhammad membantu perekonomian pamannya dengan berdagang barang yang diambil dari seorang janda kaya raya, Siti Khadijah binti Khuwailid.

Rupanya sifat jujur (shiddiq) dan dapat dipercaya (amanah) Nabi Muhammad dalam bekerja tidak hanya memberi pengaruh baik bagi perekonomiannya, namun juga membuat Siti Khadijah terpesona. Dan akhirnya mereka pun mengikat hubungan pernikahan.

Selang beberapa waktu, Nabi Muhammad mendapatkan mimpi tak terduga dimana ia dihampiri oleh Malikat Jibril. Rasulullah SAW tak bisa menghilangkan pikiran tersebut dari kepalanya sehingga beliau memutuskan untuk merenung sejenak di Gua Hira.

Pada saat itu, Malaikat Jibril benar-benar datang menemui Nabi Muhammad untuk menurunkan wahyu Allah SWT yang pertama berupa ayat QS. Al-Alaq 1-5.

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Quran Surat Al-‘Alaq ayat 1-5)

Sejak kejadian itu, Nabi Muhammad mulai melakukan dakwah tersembunyi. Pengikut pertamanya yaitu Abu Bakar Al-Shiddiq, Zaid bin Haritsah, Ali bin Abu, Ummu Aiman, dan tidak lain tidak bukan adalah istrinya, Siti Khadijah.

Sekian tahun berdakwah secara rahasia, Allah SWT memerintahkan Rasulullah agar kegiatan dakwahnya dilaksanakan terang-terangan. Perintah ini disampaikan melalui salah satu surat Al-Qur’an bernama Al-Hijr ayat 94.

“Maka sampaikan lah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpaling lah dari orang-orang yang musyrik.” (Quran Surat Al-Hijr ayat 94)

Sebagaimana sifat tabligh (menyampaikan) yang dimiliki oleh Nabi Muhammad, beliau pun menuruti suruhan Allah SWT.

Pada tahun ke-11 pimpinan, Nabi Muhammad ditinggalkan selamanya oleh istri tercinta dan juga paman kesayangannya. Rasulullah begitu terpuruk kala itu.

Maka, Allah mengirimkan malaikat Jibril untuk menemani Muhammad melanjutkan perjalanannya dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Perjalanan berikut dikenal dengan sebutan Isra’ Miraj.

Di sini juga terjadi peristiwa penting dimana Nabi Muhammad mendapat perintah bahwa sholat 5 waktu adalah hal yang wajib bagi umat Islam.

 

Nah, teman teman semua semoga dari siroh nabi Muhammad kita bisa belajar banyak hal, terutama belajar kesabaran dan ketaatan nabi Muhammad, semoga bisa membuat kita semakin mendekatkan diri kepada ALLAH. Kami dari guru dan karyawan Al Abidin juga akan senantiasa mendidik dan belajar bersama teman dengan cara yang islami serta menyeangkan,

Yuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan belajar hafala Ayat ayat Al Qur an di Al Abidin boyolali, kami mempunyai target 10 juz dalam waktu 6 tahun, tentunya hafalannya dengan cara yang  mengasyikkan. Yuk, langsung join dengan Al Abidin boyolali,  klik tombol Whats App di layar website untuk info lebih lanjut. Terimakasih.

 

 

BACA JUGA : Mengasah rasa percaya diri https://sdtq.alabidin.sch.id/sertifikasi-kenaikan-juz-di-sdtq-al-abidin-surakarta/

BACA JUGA : Gimana cara bilang “i miss you” yang keren? https://sdii.alabidin.sch.id/gimana-cara-bilang-i-miss-you-yang-keren/

BACA JUGA : Membelajarkan anak tentang sholat tepat pada waktunya https://sdict.alabidin.sch.id/membelajarkan-anak-tentang-sholat-tepat-pada-waktunya/

 

 

Created by : Denty kurnawati (Mrs. Denty)

Sumber Berita