Al Abidin Tingkatkan Mutu Tahfidz Melalui Training Supervisor Pembelajaran Guru
Upaya meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an terus dilakukan Yayasan Al Abidin melalui penguatan peran guru di kelas. Salah satunya diwujudkan melalui Training for Supervisor Tahfidz yang diselenggarakan pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Ruang Meeting Yayasan Al Abidin.
Kegiatan ini diikuti oleh guru tahfidz sekolah Al Abidin wilayah Yogyakarta dan Klaten, dengan pendampingan langsung dari Koordinator Al Abidin Learning Center Tahfidz Al Abidin, Ust. Muhammad Yusuf Fajri, LC. Training ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga target hafalan Al-Qur’an siswa dapat tercapai secara maksimal dan terukur.
Dalam training tersebut, para peserta dibekali kompetensi untuk menjalankan peran sebagai supervisor pembelajaran tahfidz. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting dalam proses belajar mengajar, mulai dari kedisiplinan guru untuk masuk kelas tepat waktu, menjaga kebersihan dan kerapian kelas, hingga mengingatkan adab siswa sebelum pembelajaran dimulai.
Selain itu, guru juga dibekali strategi pelaksanaan murojaah sebelum pembelajaran, pemberian motivasi Al-Qur’an selama proses belajar, serta kemampuan memperhatikan adab siswa sepanjang kegiatan berlangsung. Penekanan diberikan pada teknik penyampaian materi dengan suara yang jelas, teori tahsin yang mudah dipahami siswa, serta pelaksanaan setoran hafalan yang efektif dan optimal.
Materi lainnya meliputi tilawah terbimbing sesuai kaidah yang benar, proses memperbaiki bacaan siswa secara langsung ketika ditemukan kesalahan, serta memastikan siswa benar-benar memahami teori tahsin yang disampaikan. Tak kalah penting, guru juga dibekali keterampilan manajemen waktu, membangun interaksi dan komunikasi yang baik dengan siswa, serta menerapkan gaya mengajar yang mencerminkan adab dan keteladanan sebagai guru Al-Qur’an.
Melalui training ini, Yayasan Al Abidin berharap lahir supervisor pembelajaran tahfidz yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menghadirkan suasana belajar yang kondusif, beradab, dan berorientasi pada pencapaian kualitas hafalan Al-Qur’an siswa secara berkelanjutan.






