Bukan Sekadar Sekolah: Al Abidin Tanamkan Karakter Kepemimpinan Global Sejak TK Melalui Kurikulum ILA

 

Pagi itu, di sebuah rumah di kota Solo, tampak Aisyah (7 tahun) sedang bersiap-siap. Tidak ada drama rengekan atau seruan bantuan. Setelah sarapan, dengan cekatan ia mengambil tas sekolahnya. Buku-buku pelajaran, tempat pensil, hingga botol minum ia masukkan sendiri—semuanya sudah menjadi kebiasaannya sejak lama, bagian dari praktik “Tas Sekolahku, Tanggung Jawabku.” Saat di sekolah, setelah jam pelajaran usai, bersama teman-temannya Aisyah menyanyikan lagu riang “Ayo Rapikan!” sambil merapikan meja dan tas sebelum pulang. Semua ini bukan hanya kebiasaan biasa, melainkan bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan yang diyakini akan menjadi bekalnya saat dewasa. Kisah Aisyah dan ribuan siswa lainnya di bawah naungan Yayasan Al Abidin menjadi latar belakang penting dari sebuah langkah besar: peluncuran kurikulum baru yang ambisius, bernama International Leadership of Al Abidin (ILA).

Yayasan Al Abidin, yang menaungi 31 unit pendidikan dari jenjang TK hingga SMA di Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, Boyolali, Klaten, Salatiga, Magelang, hingga Yogyakarta, secara resmi memperkenalkan ILA sebagai kerangka pendidikan karakter yang dirancang secara berjenjang dan berkesinambungan. International Leadership of Al Abidin (ILA) bertujuan memastikan setiap siswa tumbuh menjadi pemimpin dunia yang memiliki sifat-sifat mulia dalam kerangka karakter Islami, serta membawa kemanfaatan luas dalam kebaikan bagi masyarakat.

Ketua Yayasan Al Abidin Drs Sunarno, M. Pd, menegaskan pentingnya inisiatif ini, “Pemuda hari ini, pemimpin masa depan. Oleh karena itu kewajiban orang-orang dewasa di sekitarnya adalah memastikan anak memiliki softskill kepemimpinan yang terbaik.” Kurikulum ILA hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Tujuannya adalah membentuk siswa yang mempunyai sifat pemimpin tingkat dunia, yaitu Orang yang Percaya Diri Tinggi, Berkontribusi Positif, Mempunyai Kepedulian yang Tinggi, dan Pembelajar Mandiri Sepanjang Hayat.

Kurikulum ILA diadaptasi dari konsep pendidikan karakter yang telah sukses diterapkan di Singapura dan disesuaikan dengan nilai-nilai Islami. Pelaksanaannya terbagi menjadi tiga pilar utama, yaitu Intrakurikuler dalam bentuk pelajaran yang menjelaskan konsep, Kokurikuler berupa pembiasaan, dan Kegiatan Penunjang berupa kegiatan puncak sesuai output yang diharapkan. Dalam proses ini, guru memegang peran sentral sebagai Model/Teladan, Fasilitator, Pembimbing/Mentor, Pencipta Lingkungan Positif, Penguat, Penghubung dengan orang tua, dan Evaluator. Contoh implementasi nyatanya adalah kegiatan di sekolah seperti “Merapi Bersama, Cepat Beres!” yang melatih kerapian mandiri, atau Proyek “Pohon Prestasi Mandiri” di rumah yang memberikan motivasi visual bagi anak. Dengan peluncuran International Leadership of Al Abidin (ILA), Yayasan Al Abidin berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang matang dan siap menghadapi tantangan global.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.