Bukan Sekadar Sekolah Biasa: Siswa ICP SDII Al Abidin Sragen Guncang Solo Paragon dengan Drama Bahasa Inggris Keren
Sabtu (18/10) kemarin, suasana Solo Paragon Mall mendadak ramai oleh tawa dan tepuk tangan. Bukan konser artis, melainkan ICP Assembly, acara tahunan yang menampilkan bakat luar biasa dari siswa-siswi International Class Program (ICP) SDII Al Abidin Sragen. Mereka membuktikan, bahwa belajar bahasa Inggris itu jauh dari kata membosankan.
ICP di SDII Al Abidin Sragen memang program andalan. Kurikulumnya mengadopsi Cambridge, fokusnya jelas: mencetak anak-anak yang fasih dan PD menggunakan Bahasa Inggris. Assembly kali ini menjadi panggung pembuktian sekaligus perayaan progress mereka.
Sepanjang acara, para siswa bergiliran menyuguhkan drama berbahasa Inggris yang sungguh memikat. Penonton diajak menyimak kisah-kisah legendaris dari berbagai belahan dunia. Ada nuansa Jepang lewat cerita heroik Momotaro – The Peach Boy, pesan-pesan penting tentang kelestarian alam melalui The Queen of the Flower, hingga dongeng klasik Eropa yang tak lekang oleh waktu, seperti Hansel and Gretel (Jerman), kisah serakah King Midas (Yunani), dan tentu saja, pesona abadi dari Cinderella. Semua disajikan dengan lancar dan penuh ekspresi.
Mrs Indah Kurniawati, S.S., S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDII Al Abidin Sragen, terlihat sangat bangga. Beliau menyampaikan bahwa tujuan utama acara ini memang untuk mengapresiasi kemajuan anak-anak dalam berbahasa Inggris dan, yang paling penting, membangun kepercayaan diri mereka.
“Kami bangga melihat kepercayaan diri mereka. Tampil di tempat umum, di depan banyak orang, dengan menggunakan bahasa Inggris yang bukan bahasa ibu mereka—ini pencapaian yang luar biasa,” tutur Ibu Indah. “Ini menunjukkan bahwa anak-anak kami tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga punya keberanian mental yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin masa depan. Mereka sudah membuktikan, progress bahasa Inggris mereka sangat nyata dan berhasil.”
Kesuksesan ICP Assembly ini memperkuat posisi SDII Al Abidin Sragen dalam komitmennya mencetak generasi yang tidak hanya saleh dan cerdas, tetapi juga mahir berkomunikasi global.






