Edukatif dan Inspiratif, Siswa SMP Al Abidin Jalani Edutrip ke Bali

 

 

Dalam rangka memperkaya wawasan serta memberikan pengalaman belajar kontekstual di luar kelas, siswa SMP di bawah naungan Al Abidin melaksanakan kegiatan Edutrip ke Bali pada Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari SMPI Al Abidin Solo, SMP ABBS Solo, SMPI Al Abidin Klaten, SMPII Al Abidin Yogyakarta, SMPI Al Abidin Karanganyar, SMPI Al Abidin Sukoharjo, dan SMPI Al Abidin Boyolali.

Pelaksanaan edutrip dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 2–6 Februari 2026, diikuti oleh siswa SMPI Al Abidin Solo, SMP ABBS Solo, dan SMPI Al Abidin Klaten. Sementara itu, tahap kedua dilaksanakan pada 7–10 Februari 2026, dengan peserta dari SMPII Al Abidin Yogyakarta, SMPI Al Abidin Karanganyar, SMPI Al Abidin Sukoharjo, serta SMPI Al Abidin Boyolali.

Selama berada di Bali, para siswa mengunjungi berbagai destinasi edukatif, antara lain Bali Cocoa, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Joger, Krisna, Desa Penglipuran, Pura Ulun Danu Beratan, Pantai Pandawa, dan Pantai Melasti. Setiap lokasi dipilih secara khusus karena memiliki nilai pendidikan yang relevan dengan pengembangan karakter, wawasan budaya, serta keterampilan abad ke-21.

Dari sisi nilai budaya dan sejarah, kunjungan ke GWK memberikan apresiasi terhadap karya seni patung modern berskala monumental. Di Desa Penglipuran, siswa belajar mengenai tata ruang tradisional serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian adat di tengah modernisasi. Sementara itu, Pura Ulun Danu Beratan menjadi sarana pembelajaran tentang harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas, sekaligus menanamkan nilai toleransi.

Pada aspek kewirausahaan dan ekonomi kreatif, Bali Cocoa menjadi destinasi unggulan untuk mengenalkan proses hilirisasi produk pertanian, mulai dari biji kakao hingga menjadi cokelat siap konsumsi. Pengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa. Adapun kunjungan ke Joger dan Krisna memberikan pembelajaran nyata tentang strategi branding dan pemasaran, di mana Joger dikenal dengan kekuatan kreativitas kata dan Krisna sebagai contoh pengelolaan pusat oleh-oleh berskala besar.

Sementara dari sisi ekologi dan geografi, Pantai Pandawa dan Pantai Melasti menjadi laboratorium alam bagi siswa untuk mengamati karakteristik wilayah pesisir. Siswa belajar tentang pembentukan tebing kapur, teknologi konstruksi akses jalan, serta pengelolaan ekosistem pantai sebagai aset wisata berkelanjutan.

Melalui edutrip ini, Al Abidin berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata, memperluas cara pandang, serta membentuk karakter mandiri, peduli lingkungan, dan berwawasan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.