Edutrip: 71 Siswa Al Abidin Jelajahi Singapura, Malaysia, dan Thailand

Raut wajah gembira dan sorot mata penuh antusias terpancar dari puluhan siswa Sekolah Islam Internasional Al Abidin. Setelah enam hari mendapatkan pengalaman tak terlupakan di tiga negara, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand, mereka kembali ke Tanah Air dengan membawa segudang cerita, ilmu baru, dan kenangan indah.  Sejak 9 hingga 16 September 2025, sebanyak 71 siswa-siswi terbaik dari jenjang SD, SMP, dan SMA Al Abidin dari enam cabang—Surakarta, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, dan Yogyakarta—mengikuti program edutrip yang dirancang khusus untuk memperkaya pemahaman akademis dan karakter.

Program edutrip ini dirancang dengan cermat untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Selain mengunjungi berbagai destinasi pendidikan seperti National University of Singapore (NUS) dan Taylor’s University, para peserta juga berkesempatan menjelajahi landmark ikonik di setiap negara. Di Singapura, rombongan disuguhkan pemandangan Merlion Park dan megahnya Bandara Changi, serta merasakan keseruan di Universal Studios. Perjalanan dilanjutkan ke Malaysia, di mana para siswa menikmati keindahan Dataran Merdeka, kesejukan Genting Highland, dan keunikan Batu Caves. Terakhir, di Thailand, mereka menjelajahi Municipal Park, Songkhla Mosque, dan kesibukan Kimnyong Market.

Menurut Dian Fitriana, tujuan utama dari kegiatan ini adalah penguatan pemahaman dan akhlak Islam, peningkatan motivasi dan minat belajar, serta interaksi budaya dan bahasa. “Siswa dapat belajar langsung bagaimana ajaran agama diterapkan dalam kehidupan nyata, melihat aplikasi materi pelajaran di dunia nyata, dan berlatih kemampuan berbahasa, seperti bahasa Inggris, yang sangat penting di era global,” jelasnya.

Pengalaman berharga ini meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Anisa Utami, siswi SMA ABBS Surakarta, merasa perjalanan ini sangat berkesan meskipun ia sudah beberapa kali ke luar negeri. “Ini pertama kalinya saya mengeksplorasi tempat-tempat di luar negeri sendiri. Saya mendapat teman-teman baru dan juga dapat akrab dengan beberapa pendamping. Guru-guru juga membantu dan mengarahkan dengan sabar dan teliti. Saya merasa pada perjalanan ini, saya dapat meningkatkan rasa kemandirian, tanggung jawab, dan juga kekeluargaan,” ungkap Anisa. Ia menambahkan, “Kegiatan ini menurut saya worth it untuk lari dari kehidupan sejenak. Yang terpenting, time management sangat dibutuhkan.”

Sementara itu, Adiva Marwa, siswi SDTQ Al Abidin Surakarta, terinspirasi oleh kunjungan ke universitas. “Saya sangat senang ketika mengunjungi Taylor University dan NUS, gedungnya bagus, kakak-kakak mahasiswanya pintar-pintar, dan yang bisa masuk ke situ keren banget. Saya pengin banget masuk ke situ, makanya ini mulai persiapan dari sekarang dengan rajin belajar terutama Bahasa Inggris dan matematika,” ujarnya penuh semangat. Hal lain yang membuatnya terkesan adalah kebersihan lingkungan di sana. “Tidak ada yang buang sampah sembarangan,” katanya.

Perjalanan edutrip ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam pendidikan dan pembentukan karakter. Kisah-kisah yang terukir selama enam hari ini akan menjadi bekal berharga bagi 71 siswa Al Abidin untuk melangkah maju, meraih mimpi, dan menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta berwawasan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.