Gelar Karya SMP ABBS Surakarta: Ketika Aslam dan Generasi Muda Meretas Masa Depan Teknologi Lestari

“Teman-teman sekalian, mari kita buka mata terhadap permasalahan limbah elektronik yang kian menggunung di negeri ini! Konsumsi tinggi dan usia pakai perangkat yang singkat telah menghasilkan jutaan ton sampah elektronik, mencapai 1,62 juta ton di tahun 2019! Dampaknya nyata, bukan hanya mencemari lingkungan, tapi juga merugikan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, kami hadir dengan inisiatif kecil: re-use! Kami memilah bagian laptop yang masih berfungsi, menggabungkannya kembali, menghidupkan kembali perangkat yang terbuang. Inilah sumbangsih kami, sebuah langkah kecil untuk masa depan yang lebih lestari!”

Demikianlah penggalan memukau saat Aslam, seorang siswa SMP ABBS Surakarta, dengan penuh percaya diri mempresentasikan produk inovatif hasil karya kelompoknya. Dengan artikulasi yang jelas, paparan yang detail, dan alur presentasi yang runtut, Aslam berhasil menyampaikan urgensi isu limbah elektronik sekaligus solusi yang mereka tawarkan. Meskipun tidak berasal dari sekolah dasar yang memiliki fokus khusus pada teknologi, ketertarikan Aslam yang mendalam terhadap dunia teknologi terpancar kuat. Kegigihan dan semangat belajarnya ini bahkan mendapat pengakuan dari gurunya, Ibu Sinta, yang melihat potensi besar dalam diri Aslam, baik dalam kemampuan berbicara di depan publik maupun dalam penguasaan teknologi informasi. Cita-citanya untuk menjadi seorang programmer di masa depan tampak semakin nyata melalui dedikasinya saat ini.

Presentasi Aslam tersebut merupakan bagian integral dari sebuah perhelatan akbar bertajuk “Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila” yang diselenggarakan oleh SMP ABBS Surakarta. Mengusung tema “Rekayasa Teknologi”, acara yang dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Mei 2025, di aula sekolah setempat ini menjadi panggung bagi para siswa untuk menampilkan buah kreativitas dan inovasi mereka. Beragam karya impresif turut dipamerkan, mulai dari model mesin penjual otomatis (vending machine), model mesin pembuat tepung, hingga model mesin kapal, yang semuanya mencerminkan tingginya daya cipta dan semangat eksplorasi para pelajar.

Kegiatan ini dirancang dengan tujuan mulia untuk menumbuhkan jiwa kreativitas, mempererat rasa kebersamaan, serta memupuk keberanian para siswa dalam berkarya dan berekspresi. Rangkaian acaranya pun beragam, tidak hanya terbatas pada gelar karya proyek, tetapi juga dimeriahkan dengan kompetisi e-sport, lomba video kreatif, dan galeri walk yang memungkinkan interaksi dan apresiasi lebih mendalam terhadap setiap karya.

Antusiasme para peserta sangat terasa, sebagaimana dituturkan oleh Azimah, salah seorang siswi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan platform yang sangat berharga untuk saling berbagi pengetahuan terkait teknologi, menemukan wawasan-wawasan baru, dan yang tidak kalah penting, menjadikan proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kisah Aslam dan semaraknya Gelar Karya di SMP ABBS Surakarta ini menjadi bukti konkret bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjawab tantangan masa depan. Inisiatif-inisiatif brilian seperti yang ditunjukkan oleh Aslam dan rekan-rekannya, khususnya dalam upaya mencari solusi atas permasalahan lingkungan melalui rekayasa teknologi, memberikan secercah harapan bagi terwujudnya masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. Semoga semangat inovasi, kreativitas, dan kepedulian ini terus berkobar dan menginspirasi lebih banyak lagi generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.