Guru SDTQ Al Abidin Ambil Sanad Qira’ah Imam ‘Ashim dari Ustadz Ibadurrahman
Guna meningkatkan kompetensi dalam pengajaran tahfidz dan komitmen dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an beberapa pendidikn SDTQ Al Abidin Surakarta yakni Ustadzah Dyah Astari dan Ustadzah Munawaroh, resmi mengikuti Talaqqi Pengambilan Sanad Riwayat Imam Hafs dan Syu’bah Qira’ah Imam ‘Ashim yang diasuh oleh Ustadz Ibadurrahman.
Program talaqqi ini diselenggarakan oleh Rumah Tahfidz Hamalatul Qur’an Sukoharjo dalam rangka Talaqqi Sanad Al-Qur’an 30 Juz Angkatan 2. Kegiatan dimulai pada 5 Mei 2025 dengan masa talaqqi selama dua bulan, dilaksanakan secara luring di Ponpes Hamalatul Qur’an serta daring melalui video call Telegram.
Ustadz Ibadurrahman dikenal sebagai pemegang sanad Qira’ah Imam ‘Ashim riwayat Syu’bah dan Hafs dengan jalur sanad yang bersambung hingga 28 generasi mujaz Syaikh Mishbah, menjadikannya salah satu sanad tertinggi di Indonesia. Talaqqi ini menekankan pembacaan Al-Qur’an secara talaqqi musyafahah (langsung), sebagai bentuk penjagaan keaslian bacaan sesuai kaidah qira’ah yang shahih.
Keikutsertaan Ustadzah Dyah Astari dan Ustadzah Munawaroh menjadi salah satu upaya SDTQ Al Abidin dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Dengan sanad yang bersambung, para guru tidak hanya mengajarkan bacaan yang benar, tetapi juga membawa amanah keilmuan yang memiliki legitimasi ilmiah dan spiritual.
Kepala sekolah dan seluruh civitas SDTQ Al Abidin menyambut baik pencapaian ini sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas, berlandaskan sanad, dan berorientasi pada pembentukan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.






