Jejak Makna dalam Miniatur: Cara Unik Siswa SDTQ Al Abidin Mencintai Al-Qur’an
Halaman SDTQ Al Abidin Surakarta nampak berbeda pada Sabtu pagi (13/12/2025). Ratusan karya tangan berbentuk diorama berjajar rapi, mengubah area sekolah menjadi ruang belajar terbuka yang penuh warna. Acara bertajuk Qur’anic Wonderland ini menjadi momen bagi para siswa untuk menceritakan kembali pemahaman mereka atas ayat-ayat suci melalui kreasi visual yang sederhana namun bermakna.
Kegiatan kokurikuler ini tidak hanya melibatkan kreativitas siswa, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang hangat antara anak dan orang tua. Bersama-sama, mereka menyusun detail demi detail miniatur yang menghidupkan kembali berbagai peristiwa sejarah dan fenomena alam yang termaktub dalam Al-Qur’an.
Di salah satu sudut, pengunjung diajak melintasi waktu melalui diorama perjuangan kaum muslimin. Nampak replika medan Perang Badar dan strategi parit dalam Perang Khandaq yang dikerjakan dengan penuh ketelitian. Tak jauh dari sana, berdiri replika Kota Madinah yang menggambarkan suasana kedamaian pusat peradaban Islam di masa lampau.
Keajaiban alam semesta juga tak luput dari imajinasi siswa. Terinspirasi dari Surah Asy-Syams, sebuah diorama tata surya menunjukkan keteraturan orbit benda langit. Ada pula karya yang menjelaskan proses terjadinya hujan secara saintifik namun tetap bernuansa religius, hingga pengenalan manfaat lebah yang merujuk pada Surah An-Nahl serta deretan miniatur buah-buahan yang namanya disebut dalam Al-Qur’an.
Salah satu cerita yang menyentuh datang dari Diva, siswi kelas 5 Al-Fajr. Melalui diorama ekosistem buatannya, ia merefleksikan Surah Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan lingkungan. Diva bercerita betapa sedihnya melihat hutan yang gundul dan laut yang tercemar sampah.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa ulah manusia bisa membuat hewan kehilangan rumahnya. Seperti banjir bandang atau ikan yang memakan plastik di laut,” tuturnya dengan jujur. Bagi Diva dan teman-temannya, ide ini muncul dari diskusi di kelas tentang bagaimana menjaga bumi yang menjadi amanah bagi manusia.
Qur’anic Wonderland lebih dari sekadar pameran proyek sekolah. Ia menjadi jembatan bagi anak-anak untuk memahami bahwa nilai-nilai Al-Qur’an sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari sejarah perjuangan, ilmu pengetahuan alam, hingga tanggung jawab menjaga lingkungan.






