Kepala Cambridge SDII Al Abidin Jadi Pembicara di Konferensi Internasional Bali

Dunia pendidikan Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah global. Kepala Program Cambridge di SDII Al Abidin, Mrs. Kartika Desy Purwanti, M.Pd., didaulat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Sekolah Cambridge yang berlangsung di Bali pada tanggal 8-9 Desember 2025. Kehadiran Mrs. Desy dalam forum bergengsi ini merupakan pengakuan atas keberhasilan strategi pembelajaran yang dikembangkan sekolahnya dalam mengimplementasikan kurikulum Cambridge, khususnya dalam aspek peningkatan kemampuan berbicara (oracy) Bahasa Inggris siswa.

Konferensi internasional ini merupakan acara tahunan yang mempertemukan para praktisi dan pemangku kepentingan Kurikulum Cambridge dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah, mengambil alih estafet dari penyelenggaraan tahun sebelumnya di Miami, Amerika Serikat. Acara ini diikuti oleh perwakilan dari 200 sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Cambridge, mewakili 79 negara berbeda. Dalam sesi presentasinya, Mrs. Desy membawakan materi yang berjudul “Strengthening Oracy and Student Voice: Strategies for Improving Spoken English for Primary-Age Learners” yang menarik perhatian banyak peserta.

Keberhasilan SDII Al Abidin terletak pada inovasi metode pengajaran Bahasa Inggris. Mrs. Desy menjelaskan beberapa strategi praktis yang telah diterapkan secara konsisten di sekolahnya. Strategi-strategi tersebut meliputi, antara lain, program Trio Three Minutes Oracy, sesi publik speaking rutin melalui Assembly, latihan bicara cepat yang disebut Espresso, dan proyek presentasi terkait makanan yang dinamakan Foodpedia. Metode-metode ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang mendorong siswa sekolah dasar berani dan aktif dalam menggunakan Bahasa Inggris secara lisan.

Menanggapi pencapaian ini, Mrs. Desy menyatakan rasa syukurnya. “Tidak berhenti mengucap syukur, bahwa salah satu strategi pembelajaran yang kita lakukan di sekolah Al Abidin, mendapat apresiasi dunia internasional,” ujarnya. Apresiasi ini diharapkan dapat memacu sekolah-sekolah di Indonesia untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran guna menciptakan generasi yang kompetitif dan fasih berbahasa Inggris di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.