Literasi Generasi Alfa: SDII Al Abidin Gelar Book Festival, Siswa Tampil Memukau dengan Bahasa Inggris dan Karakter Favorit

Rabu, 11 Juni 2025, suasana Aula SDII Al Abidin Surakarta riuh rendah dengan celoteh dan antusiasme 300 siswanya. Bukan untuk merayakan berakhirnya ujian semester genap dengan santai, melainkan untuk sebuah acara inspiratif bertajuk “Book Festival”. Acara ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan pemahaman literasi, di mana para siswa mempresentasikan buku yang telah mereka lahap di hadapan teman-teman dan guru mereka.


Semarak Literasi dalam Balutan Bahasa Inggris dan Kostum Tokoh

Keunikan acara ini terletak pada seluruh presentasi yang disampaikan dalam bahasa Inggris, menantang sekaligus mengasah kemampuan berbahasa asing para siswa. Tak hanya itu, untuk menambah semarak dan daya tarik, banyak siswa yang mengenakan kostum menyerupai tokoh dari buku yang mereka ceritakan.

Mrs. Lia, salah satu guru di SDII Al Abidin Surakarta, menjelaskan bahwa tujuan utama Book Festival adalah untuk “meningkatkan minat baca literasi anak dan pemahaman pada apa yang sudah dibacanya.” Dengan mempresentasikan secara langsung, siswa diharapkan mampu menginternalisasi isi buku dan menyampaikannya dengan percaya diri.


Dari Kecerdasan Buatan hingga Biografi Tokoh Dunia

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Kendatu Tsabita dan Khansa Syakilla, siswa kelas 4. Dengan busana bernuansa modern, mereka dengan lincah menceritakan isi buku berjudul “Akulah Ahlinya Artificial Intelligence”, menunjukkan bahwa topik-topik kompleks pun bisa dikuasai oleh anak-anak.

Tak kalah menarik, Arsal, seorang siswa internasional dari Pakistan, tampil beda dengan mengenakan baju khas Pakistan. Ia memukau hadirin dengan presentasinya mengenai biografi Imran Khan, seorang politikus dan mantan Perdana Menteri Pakistan. Kehadiran Arsal dan presentasinya memberikan sentuhan global pada acara ini, membuka wawasan siswa lain tentang tokoh-tokoh penting dari berbagai negara.

Book Festival di SDII Al Abidin Surakarta ini membuktikan bahwa kegiatan setelah ujian tidak harus diisi dengan pasif. Dengan pendekatan yang kreatif dan edukatif, sekolah berhasil menciptakan wadah bagi para siswa untuk berani berbicara, memahami bacaan, dan mencintai dunia literasi sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.