Menemukan Makna Bahagia dalam Kesederhanaan: Pelajaran Hidup Siswa SMPII Al Abidin di Desa Sangup
Tangis haru tak terhindarkan saat kegiatan Social Philanthropy SMPII Al Abidin Boyolali di Dukuh Sudimoro, Desa Sangup, Musuk, Boyolali, mencapai puncaknya, Minggu 26 Oktober 2025. Setelah tiga hari dua malam berinteraksi intens, ikatan emosional antara siswa-siswi dan warga desa telah terjalin kuat.
Momen perpisahan menjadi saksi betapa dalam kehangatan yang tercipta. Sebagian besar ibu-ibu warga desa tak kuasa menahan air mata saat melepas kepergian para siswa. Warga bahkan memberikan oleh-oleh berupa susu dan cabe yang menjadi ciri khas hasil bumi desa tersebut.
Seorang warga, Ibu Yayuk, menyampaikan rasa harunya, “Alhamdulillah kami sangat senang menerima anak-anak di desa kami. Kami tidak pernah memaksa mereka untuk membantu kami, tapi mereka punya inisiatif bahkan memaksa untuk membantu. Mohon maaf kalau dalam melayani anak-anak masih banyak kurangnya. Kalau nanti sudah sukses, ingat kami ya nak.”
Rasa syukur dan pembelajaran mendalam juga dirasakan oleh siswa. “Dari warga saya belajar kalau kehidupan di desa ngga mudah, tapi mereka tetap tersenyum dan bahagia. Dari mereka saya ingin menjadi lebih sabar dan menghargai apa yang saya miliki sekarang,” ujar Khazana, salah satu peserta.
Pengalaman hidup sederhana itu nyata di mana siswa-siswi tak segan membantu aktivitas keseharian warga. Khana Dika dan Kamila terlihat antusias membantu merawat tanaman cabai. Alvir mencari rumput, sementara Muhammad Haidar, Fattah, dan Orchelo membantu mengurus sapi milik warga.
Kegiatan Social Philanthropy ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung tentang kehidupan sederhana dan membangun interaksi dengan masyarakat setempat. Selain terlibat dalam kegiatan harian, siswa-siswi juga aktif dalam berbagai aktivitas sosial, seperti membagikan sembako, mengajar anak-anak TPA, dan mengadakan pengajian ibu-ibu.
“Kegiatan SPT ini merupakan salah satu program pendukung di SMPII Al Abidin Boyolali yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang peduli dan memiliki empati terhadap masyarakat sekitar,” jelas pihak sekolah.
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sangup, tetapi juga menumbuhkan kesadaran siswa-siswi SMPII Al Abidin Boyolali akan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial, membawa pulang makna kehidupan sesungguhnya dari lereng Merapi.






