Mengukir Budaya Lewat Warna: Siswa Al Abidin Tunjukkan Cinta Batik dan Keberanian Diri
Main atrium Solo Grandmall berbeda dari biasanya pada sabtu 4 Oktober 2025. Ada lebih dari dua ratusan siswa KB TK Qur’an Platinum Al Abidin yang sedang asyik berkolaborasi dengan orang tua mereka dalam lomba Mewarnai Batik. Suasananya jauh dari kesan tegang kompetisi. Di setiap meja, terlihat kerja sama tim yang hangat.
Para orang tua terlihat hati-hati menggambar pola-pola batik di atas tas furing. Setelah pola selesai, giliran si kecil beraksi. Dengan kuas di tangan dan semangat menggebu, anak-anak mulai memilih dan mencampur warna. Ada yang serius menjulurkan lidah karena saking fokusnya, ada juga yang sesekali berdiskusi dengan Ayah atau Ibu. “Bu, batikku harus ada warna merah biar keren!” seru seorang anak dengan riang. Momen kolaborasi ini, yang bertema “Mengukir Budaya Lewat Warna”, menjadi cara unik sekolah menumbuhkan cinta budaya sejak dini.
Ibu Nana Sunarsasih, perwakilan orang tua sekaligus Ketua Komite, merasa bangga melihat pemandangan ini. “Acara ini bukan cuma mewarnai biasa. Ini cara menumbuhkan kecintaan pada batik sebagai warisan dunia sejak anak-anak masih kecil,” ujar Ibu Nana. Ia berpesan bahwa setiap goresan warna adalah wujud keberanian dan bangga pada budaya sendiri.
Us. Ina Indrawati, Kepala Sekolah KB TK Qur’an Platinum Al Abidin, menjelaskan bahwa tujuan inti acara ini berkaitan erat dengan visi yayasan. “Kami ingin mengenalkan batik sekaligus memupuk rasa percaya diri siswa. Rasa percaya diri ini adalah bagian penting dari konsep leadership yang kami terapkan, yaitu International Leadership of Al Abidin,” jelas Us. Ina.
Setelah karya batik kolaborasi mereka selesai (dan karya terbaik mendapat hadiah), panggung utama pun menyala. Siswa-siswa kembali menunjukkan keberanian mereka. Mereka tampil percaya diri membawakan hafalan Qur’an dan menampilkan gerak dan lagu perwakilan kelas.
Melalui seni batik dan tampilan di panggung, siswa-siswa Al Abidin membuktikan bahwa cinta pada budaya dan semangat kepemimpinan bisa tumbuh subur sejak usia dini.






