Pakai STEM, Pembelajaran di Al Abidin Makin menarik
Dengan hati-hati dan teliti Mrs Nana dan kelompoknya mencoba menyusun stik spageti yang ada di hadapannya agar bisa menjadi miniature bangunan menara yang tinggi. Sesekali stik yang disusunnya lepas dan miniature yang disusun hampir ambruk. Alih alih menyerah karena miniature tak kunjung jadi, justru semakin penasaran dan makin terdorong mencoba agar berhasil. Kamis Pagi menjelang siang,11 September, instruktur pelatihan STEM memang sedang mengarahkan peserta pelatihan untuk membuat kreasi dari stik spageti. Kegiatan pagi itu merupakan bagian dari aktifitas pelatihan yang diikuti 50 orang guru Al abidin berbagai jenjang dari sekolah cabang Al Abidin.
“Mengajarkan dengan pendekatan STEM bisa membuat anak lebih tertantang untuk belajar serta tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan dalam pelajaran”, ujar Mrs Nana,pengajar SDII Al Abidin Sragen, salah satu peserta pelatihan siang itu. Mrs Nana menambahkan, saat menggunakan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam pembelajaran itu asyik karena membuat proses belajar jadi lebih praktis, relevan, dan menyenangkan. Dibandingkan dengan metode tradisional yang seringnya cuma menghafal, pendekatan STEM mengajak siswa untuk aktif memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berkolaborasi.
Mr Thoriq, salah satu panitia pelatihan STEM siang itu mengatakan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar sehingga siswa mempunyai kemampuan berpikirir kritis, kemampuan problem solving dan kreatifitas dalam menghadapi setiap persoalan.






