Parent as a teacher SDII Al Abidin Sragen

“Senang sekali mendapatkan kesempatan dari SDII Al Abidin Sragen untuk mengisi acara parent as a teacher . Pengalaman yang luar biasa  karena biasanya belum pernah mengajar anak-anak SD dan ini dberikan ksempatan untuk bisa mengenalkan profesi ke anak-anak menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Terima kasih SDII Al Abidin Sragen”

Demikian testimoni bunda Mega Cipta Wahyuningsih, M.Psi seorang psikolog, orang tua Ananda Biru, yang pagi itu, Selasa (6/1)  sedang menjadi guru dalam program parent as a teacher. Dengan semangat beliau mengajak siswa tepuk, bermain, dan mengenalkan profesi psikolog yang digelutinya selama ini kepada siswa. Beberapa pertanyaan polospun meluncur dari siswa. “Bunda, jadi psikolog capek nggak?” kata salah seorang siswa.

Menurut Mrs Aisy, bagian kurikulum SDII Al Abidin Sragen , kegiatan teacher as a teacher merupakan kegiatan rutin yang mempunyai beberapa tujuan diantaranya yaitu siswa mendapatkan gambaran nyata tentang berbagai jenis profesi yang mungkin belum pernah mereka bayangkan sebelumnya, seperti pengusaha, militer, masinis, hingga konten kreator. Selain itu siswa juga bisa mendapatkan pelajaran karakter yang sangat berharga yang seringkali lebih berkesan jika disampaikan melalui pengalaman hidup nyata dibanding sekadar membaca buku, seperti cerita tentang perjuangan, kejujuran, dan kegagalan.

Mendapat pelajaran dari guru yang juga merupakan orang tuanya, ternyata memberikan kesan tersendiri bagi siswa. Dirra 5 Utsman mengatakan, “Hari ini Aku sangat senang sekali karena bisa belajar dari profesi pak TNI. Selain menjelaskan apa itu TNI aku juga mendapat Pengetahuan tentang Kedisplinan dan mulai mengerti bahva jika ingin menjadi orang yang disiplin kita tidak boleh menyia-nyiakan  waktu contohnya adalah Bangun Pagi, Shalat tepat waktu, berangkat sekolat tepat waktu, mengatur jadwal dan tidak membuang-buang waktu. Setelah belajar tentang kedisplinan, Kami berlatih PBB”

Selain meningkatkan wawasan siswa tentang profesi, lanjut Mrs Aisy, kegiatan ini juga diharapkan akan memperkuat hubungan “Segitiga Emas” pendidikan, yaitu sekolah, murid, dan orang tua. Bagi orang tua, mereka memahami tantangan yang dihadapi guru di kelas. Bagi sekolah, mendapat dukungan sumber daya pengetahuan yang tidak ada di buku teks. Bagi anak, mereka merasa bangga dan didukung saat melihat orang tua mereka terlibat langsung di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.