Pembinaan Intensif Guru Al Abidin Fokus pada Integrasi Al-Qur’an dalam Proses Belajar Mengajar
Yayasan Al Abidin menggelar acara Pembinaan Intensif Pegawai dan Guru di Aula Yayasan pada Sabtu, 29 November 2025 yang lalu. Kegiatan rutin ini menghadirkan Ustaz Tholhah Muhammad dari Sukoharjo sebagai narasumber utama, dengan fokus materi pada peran fundamental Al-Qur’an sebagai sumber energi dan inspirasi bagi pendidik.
Acara pembinaan yang dihadiri oleh seluruh staf pengajar dan pegawai yayasan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali komitmen spiritual para guru di tengah padatnya tugas akademik dan non-akademik.
Dalam paparannya, Ustaz Tholhah menekankan bahwa rutinitas membaca (tilawah) dan merenungi Al-Qur’an (tadabbur) adalah prasyarat utama bagi seorang guru yang bernaung di lembaga pendidikan Islam.
“Guru harus melihat tilawah Al-Qur’an bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sebagai proses pengisian energi internal,” ujar Ustaz Tholhah. Beliau menjelaskan bahwa menghadapi dinamika kelas dan tantangan pendidikan membutuhkan energi spiritual yang stabil, dan energi tersebut bersumber langsung dari interaksi yang konsisten dengan Kalamullah.
Lebih lanjut, Ustaz Tholhah menyampaikan bahwa dampak dari rajinnya guru membaca Al-Qur’an adalah terciptanya pembelajaran yang bernafaskan Al-Qur’an. Ini berarti guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai dan pandangan hidup Islami—yang berakar pada Al-Qur’an—ke dalam semua mata pelajaran, mulai dari ilmu agama hingga sains dan matematika.
“Ketika energi spiritual guru terisi, cara pandangnya terhadap materi pelajaran akan berubah. Ia akan lebih mudah menemukan korelasi antara ilmu pengetahuan dan keagungan penciptaan Allah,” jelas beliau.






