SDTQ Al Abidin Gelar Kokurikuler “Sampah Jadi Karya, Aksi Jadi Nyata” untuk Bangun Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus melatih kemampuan critical thinking siswa menjadi tujuan utama penyelenggaraan kegiatan kokurikuler bertajuk “Sampah Jadi Karya, Aksi Jadi Nyata, Sahabat Bumi Ayo Beraksi” yang diikuti siswa level 1 hingga 6 SDTQ Al Abidin Surakarta, Sabtu (23/5/2026) di Edutorium UMS.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar memahami persoalan sampah di sekitar mereka sekaligus menghadirkan solusi kreatif melalui berbagai karya daur ulang. Dalam acara tersebut, siswa mempresentasikan proyek yang mereka buat dari barang bekas dengan penuh percaya diri di hadapan guru, orang tua, dan pengunjung.
Salah satu presentasi menarik disampaikan Fira dari kelas 4 Al Anbiya melalui karya berjudul “Si Rakastik” atau singkatan dari Rak Kardus Estetik. Presentasinya diawali dengan penyampaian ayat Al-Qur’an tentang kerusakan di bumi akibat kelalaian manusia dalam menjaga lingkungan.
Fira memanfaatkan kardus bekas menjadi rak penyimpanan buku dan alat tulis. Ia memilih kardus karena mudah ditemukan dan mudah dibentuk menjadi berbagai kreasi. Ide tersebut muncul setelah dirinya mengamati banyak kardus bekas yang tercecer tidak terpakai, sementara meja belajarnya sering terlihat berantakan. Dari permasalahan sederhana itu, lahirlah solusi kreatif berupa rak multifungsi dari bahan daur ulang.
Selain presentasi proyek, di sekitar lokasi acara juga terdapat stand edukasi dari masing-masing kelas. Salah satunya stand kelas 2 As Syam yang dikoordinatori Bunda Pujik. Stand tersebut mengangkat edukasi tentang cara memilah sampah organik dan anorganik melalui media pembelajaran interaktif yang mudah dipahami siswa.
Bunda Pujik berharap kegiatan tersebut mampu menanamkan kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan sejak usia dini sehingga menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, Humas SDTQ Al Abidin Surakarta, Us Khairunnisa, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler ini merupakan puncak dari rangkaian tema lingkungan yang telah dilaksanakan selama sekitar satu setengah bulan sebelumnya.
Menurutnya, tema yang diangkat adalah konsep 4R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Replace (mengganti). Melalui metode tersebut, siswa diajak memahami pentingnya meminimalkan volume sampah sebelum dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan karya kreatif siswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat ditanamkan sejak dini melalui pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.






