Siswa SDICT Al Abidin Belajar Kelola Sampah melalui Kokurikuler “Menjadi Pahlawan Sampah”
SDICT Al Abidin Surakarta menyelenggarakan kegiatan kokurikuler bertajuk “Menjadi Pahlawan Sampah” pada Senin (8/6/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal pentingnya pengelolaan sampah melalui praktik langsung memilah botol plastik bekas. Siswa memisahkan botol plastik menjadi tiga bagian, yaitu tutup botol, label kemasan, dan badan botol plastik. Melalui kegiatan sederhana ini, siswa belajar bahwa pemilahan sampah merupakan langkah awal yang penting dalam proses daur ulang.
Kegiatan dirancang sesuai dengan fase perkembangan peserta didik. Siswa Fase A (kelas 1–2) mengikuti kegiatan pengenalan sampah dan lomba cepat pilah untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Sementara itu, siswa Fase B (kelas 3–4) diajak berkreasi memanfaatkan tutup botol plastik menjadi karya sederhana yang bernilai guna. Adapun siswa Fase C (kelas 5–6) berperan sebagai agen perubahan lingkungan melalui kegiatan audit sampah mini yang melatih kemampuan observasi dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.
Kepala SDICT Al Abidin Surakarta, Nonik Nataliya, S.P., S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, pendidikan lingkungan perlu diberikan secara nyata melalui pengalaman langsung agar siswa memahami pentingnya menjaga bumi sejak dini.
Melalui kegiatan “Menjadi Pahlawan Sampah”, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan sampah, tetapi juga belajar menerapkan kebiasaan positif yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, langkah kecil yang dilakukan di lingkungan sekolah dapat menjadi awal terbentuknya generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan penuh semangat. Para siswa terlihat aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditumbuhkan melalui pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna.






