Siswa SMP ABBS Surakarta Kembangkan Aplikasi “Bank Saku”, Solusi Digital Pengelolaan Bank Sampah


Surakarta, Mei 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMP ABBS Surakarta, khususnya dari program ICT (Information and Communication Technology). Tiga siswa muda berbakat, Khairan Athaya Wibowo, Muhammad Fadhil Wibowo, dan Khaifat Athallah Wibowo, berhasil mengembangkan sebuah aplikasi pengelolaan bank sampah berbasis digital bernama “Bank Saku – Ubah Sampah Jadi Rupiah.”
Inovasi ini berangkat dari kepedulian terhadap sistem pengelolaan bank sampah yang masih dilakukan secara manual. Menurut penuturan ketua tim, Khairan Athaya Wibowo, pengembangan aplikasi ini diawali dari kegiatan riset langsung ke Bank Sampah Migunani. “Kami melihat bahwa sistem pengelolaan masih manual, mulai dari pencatatan hingga pelaporan. Dari situ, kami menawarkan solusi berupa aplikasi digital agar pengelolaan menjadi lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Aplikasi “Bank Saku” dirancang dengan sistem yang sederhana namun fungsional. Pengguna dapat mengakses aplikasi dengan melakukan registrasi akun, kemudian masuk ke dalam sistem untuk memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia. Tiga fitur utama yang menjadi inti layanan adalah Setor Sampah, Tarik Saldo, dan Jadwal Jemput. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung seperti berita terkini yang selalu diperbarui, riwayat setor sampah, serta laporan terperinci yang dapat diakses secara mingguan, bulanan, hingga tahunan, termasuk rincian berdasarkan jenis sampah.
Keunggulan lainnya, aplikasi ini telah terintegrasi dengan fitur QRIS yang berfungsi sebagai bukti digital atau presensi saat pengguna melakukan setor sampah pada hari tertentu. Hal ini memberikan transparansi sekaligus kemudahan dalam dokumentasi aktivitas pengguna.
Tujuan utama dari pengembangan aplikasi ini adalah untuk menyediakan solusi digital yang praktis, efisien, dan mudah diakses dalam pengelolaan bank sampah, sehingga dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah.
Atas inovasi tersebut, tim pengembang berhasil membawa “Bank Saku” ke ajang Krenova Kota Surakarta 2026. Prestasi pun diraih dengan terpilihnya inovasi ini sebagai salah satu perwakilan Kota Surakarta melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah untuk mengikuti Krenova tingkat Provinsi yang akan diselenggarakan pada tanggal 5–6 Juni 2026. Menariknya, tim ini menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari jenjang SMP dalam ajang tersebut.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Diharapkan, inovasi “Bank Saku” dapat terus dikembangkan dan diadopsi oleh lebih banyak bank sampah di berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.