SMA ABBS Surakarta Gelar International Guest Lecture, Bahas Literasi Kesehatan dan Pemanfaatan Media Sosial Secara Bertanggung Jawab
SMA ABBS Surakarta menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture bertema “Health Literacy” pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid, yakni luring di Gedung Al Abidin Foundation lantai 2 dan daring melalui Zoom Meeting, diikuti oleh para siswa SMA ABBS Surakarta.
Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama antara SMA ABBS Surakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Saint Louis University sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran berwawasan global bagi para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, SMA ABBS menghadirkan narasumber internasional, yaitu Jonathan M. Barcelo, Ph.D., RN dari Saint Louis University. Melalui sesi kuliah tamu ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya literasi kesehatan serta peran media sosial dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.
Narasumber menjelaskan bahwa media sosial merupakan platform yang sangat kuat untuk berbagi informasi dan memengaruhi masyarakat. Media sosial memungkinkan individu, organisasi, maupun pemerintah untuk berkomunikasi dengan banyak orang secara cepat dan efisien. Namun demikian, media sosial juga memiliki tantangan karena dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang tidak akurat atau menyesatkan apabila tidak digunakan secara bijak.
Dalam pemaparannya, Jonathan menekankan pentingnya menyebarkan informasi yang akurat, dapat dipercaya, dan bermanfaat. Menurutnya, optimalisasi konten dapat dilakukan melalui kerja sama tim, keterlibatan aktif, serta komunikasi yang bertanggung jawab. Tujuan utama penggunaan media sosial bukan hanya menyebarluaskan informasi, tetapi juga mendorong partisipasi dan kolaborasi positif di tengah masyarakat.
Sesi berlangsung interaktif melalui tanya jawab antara narasumber dan peserta. Salah satu siswa mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan data dan informasi dalam penelitian, khususnya terkait cara menentukan observasi terbaik sebagai dasar pengambilan kesimpulan penelitian.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Jonathan menjelaskan bahwa observasi yang baik harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat sesuai objek yang diteliti. Ia menekankan bahwa kualitas penelitian sangat dipengaruhi oleh ketepatan proses observasi dan data yang diperoleh. Oleh karena itu, peneliti perlu menentukan fokus pengamatan secara jelas, menggunakan metode yang sesuai, serta memastikan data yang dikumpulkan relevan dengan tujuan penelitian.
Menurutnya, hasil penelitian pada dasarnya merupakan refleksi dari kualitas observasi yang dilakukan. Semakin baik proses observasi dan pengumpulan data, semakin kuat pula temuan yang dihasilkan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kepala SMA ABBS Surakarta, Mia Febriana, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan International Guest Lecture menjadi bagian dari upaya sekolah untuk memperluas wawasan global siswa sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan riset, dan literasi informasi di era digital.
“Kolaborasi dengan UNS dan Saint Louis University memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung dari akademisi internasional serta memahami isu-isu global yang relevan dengan kehidupan saat ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai literasi kesehatan, tetapi juga belajar pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus memahami pentingnya observasi dan penggunaan data yang valid dalam proses penelitian.






