ISTIQOMAH YANG TERSULIT

 

 

Istiqomah itu amat sangat sulit. Bahkan saat tutun ayat tentang istiqomah itu rambut Rasulullah langsung berubah, sebagai penanda bahwa rasulullah membayangkan betapa sulitnya unat beliau melaksanakan ayat ini.
Terlebih dalam perkara ibadah.

Tapi rupanya, di antara semua perkara istiqomah, ada yang paling sulit, yakni istiqomah untuk tidak merasa lebih baik dari orang lain.

Ada banyak orang yang berhasil konsisten untuk urusan dunia. Olahraga tiap pagi misalnya, tidak makan malam, mengurangi karbo, mengurangi makan gorengan, banyak makan buah dan sayur dsb.
Ada pula banyak yang berhasil istiqomah dalam urusan ibadah misalnya: Puasa senin kamis, sholat dhuha, qiyamullail, bersedekah, umrah bahkan haji…

Tapi dengan semua keberhasilan itu, ia jadikan pencapaiannya untuk menilai tinggi dirinya sendiri.
Lalu memandang rendah orang lain yang tidak bisa melakukannya.

Dan itulah istiqomah terberat. Istiqomah untuk tidak merasa diri lebih baik dari orang lain.

Di sinilah banyak ahli ibadah terjatuh. Banyak orang berilmu tergelincir.
Banyak orang sukses gagal…

Tanpa sadar mulai terjebak dengan dirinya sendiri. Dengan “aku” nya.
Dan itu cara setan yang hampir selalu berhasil menjerumuskan manusia.

Mudah menilai orang lain.
Mudah menuduh orang lain.
Dan gampang berprasangka buruk.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..” (QS. Al-Hujurat: 12)

Semoga kita selamat dari mudah menilai orang lain kalau belum tahu yang sebenarnya. Apalagi menyebarkan berita yang belum jelas faktanya.
Menjatuhkan harkat martabat orang lain.

Kelak akan berat pertanggungjawaban kita di hadapan Alloh swt.
Mari kita bersama sama belajar rendah hati tanpa harus merendahkan diri.
Semoga tuhan allah swt mengampuni semua tindakan ucapan maupun perasaan kita di masa lalu yg mengindikasikan kepada ujub, riya, bahkan takabur, dan juga penyakit hati yg lainnya yg akan menjadi penghalang kita masuk syurga.
Semoga menginspirasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.