JUAL-BELI YANG PASTI UNTUNG

 

Di dunia ini, kita selalu berburu untung.

Kita berinvestasi di tanah, di emas, di saham — semuanya demi imbal hasil yang menguntungkan.

Tapi jual beli yg kita lakukan di dunia ini kurang menjanjikan.

Kadang untung, tapi kadang rugi juga, dan sering kali hati kita lelah mengejar angka yang tak pernah cukup.

Namun Allah, dengan kasih yang tak terukur, menawarkan sebuah transaksi yang tak pernah gagal.

Sebuah jual beli suci antara Dia dan hamba-hamba beriman.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…”

(QS. At-Taubah 9: 111).

Inilah perdagangan paling aman di seluruh jagat raya.

Pembelinya adalah Allah, Penjualnya adalah kita — hamba-hamba yang lemah,

barangnya adalah diri dan harta yg kita punyai, dan keuntungannya adalah surga yang membahagiakan dan kekal di dalamnya.

Dalam pandangan manusia modern, “untung” berarti uang bertambah, aset berkembang, dan nama harum di dunia.

Namun dalam pandangan Allah, untung berarti hati tenang, amal diterima, dan hidup terasa bahagia dan mengarah ke surga baik di syurga dunia maupun syurga di akherat kelak.

Betapa banyak orang yang sibuk menukar waktunya dengan dunia,

padahal waktu itu adalah modal menuju akhirat.

Betapa banyak yang menjual jiwanya kepada nafsu, padahal jiwa itu seharusnya dijual kepada Allah —satu-satunya Pembeli yang tak pernah menipu, tak pernah ingkar janji.

Setiap kali kita berjuang, berusaha keras untuk suatu kebaikan, bekerja dg sungguh2, berdakwah, memberi sedekah, menahan amarah, menolong sesama, atau menahan diri dari dosa yang menggoda —saat itu kita sedang bertransaksi dengan Allah.

Setiap pengorbanan yang terasa berat adalah modal menuju surga.

Setiap air mata sabar yang jatuh adalah investasi yang disimpan di sisi-Nya.

Dan Allah berkata,

“Siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah?” (QS. At-Taubah 9: 111).

Tak ada.

Tak ada pembeli yang lebih jujur,

tak ada pemberi balasan yang lebih adil, tak ada pemilik surga selain Dia.

Maka, di tengah dunia yang penuh tipu daya ini, marilah kita perbaiki arah jual beli kita.

Jangan jual diri dan jiwa kita kepada kesenangan sesaat,

jangan gadaikan iman demi pujian manusia.

Karena setiap yang kita serahkan kepada Allah akan kembali dengan berlipat ganda.

Tidak hari ini, mungkin bukan besok, tapi pasti — di hari ketika semua perniagaan dunia telah usai.

Allāhumma, jadikan kami pedagang yang cerdas di jalan-Mu.

Ajarkan kami menukar lelah dengan pahala, kehilangan dengan harapan,

dan dunia dengan surga.

Kuatkan hati kami agar tidak ragu menjual diri dan harta untuk-Mu,

karena Engkaulah Pembeli yang paling setia dan paling jujur menepati janji.

Āmīn yā Rabb al-‘Ālamīn. 🤲

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.