KETENANGAN DALAM MENERIMA KENYATAAN

Menggali makna mengambil hikmah

Untuk hati yang sedang lelah dan belajar berserah.

Ketenangan batin tidak selalu lahir saat hidup berjalan sesuai rencana. Sering kali ia hadir saat rencana runtuh, dan hati memilih berserah.

Berserah bukan merarti menyerah (putus asa), tapi artinya berusaha lebih keras, gigih, kreatif, termasuk berdoa dan menyerahkan hasilnya pada allah swt tuhan yg maha kuasa dan apapun itu diyakini sebagai yg terbaik.

UJIAN IMAN

Iman tidak diuji ketika segalanya mudah. la diuji juga saat usaha sudah maksimal, doa telah dipanjatkan, tapi hasilnya berbeda dari harapan.

SAAT TERBERAT

Bukan saat berhasil, tapi ketika gagal.

Bukan ketika lapang, tapi saat sempit.

Bukan saat dipuji, melainkan ketika kenyataan terasa menyakitkan.

ADAB HATI

Di sinilah Islam mendidik jiwa: menjaga lisan dari satu kata berbahaya: Karena kata itu sering membuka pintu gelisah dan penyesalan.

NASIHAT NABI

Rasulullah bersabda:

“Jika tertimpa sesuatu,

jangan katakan seandainya, tetapi ucapkan:

Qadarullah wa maa syaa’a fa’ala.” (HR. Muslim).

MAKNA TAWAKAL

Yang hilang dan gagal belum tentu musibah.

Bisa jadi itulah perlindungan Allah.

Tawakal bukan pasrah tanpa usaha, tapi ketenangan setelah ikhtiar dan ridha atas keputusan-Nya.

Saat hati berkata, “Ya Allah, aku ridha Engkau yang mengatur hidupku,” itulah ibadah hati yang sunyi, itulah ibadah yang berat timbangan pahalanya. Di situlah ketenangan bermula.

Jadi sesungguhnya kita mesti bersyukur karena justru musibah yg kita terima dg lapang dada sabar dan bisa membuat kita lebih dekat dg yg maha kuasa, sesungguhnya sudah berubah menjadi anugerah yg diimpikan banyak orang.

Kesimpulannya adalah: Cara mengubah musibah jadi anugerah adalah jadikan musibah tsb sarana kita lebih dekat dan lebih mulia di sisi allah swt. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.