Kisah Abu Hurairah dan Setan Pencuri Zakat di Bulan Ramadhan

 

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Di dalamnya, pahala dilipatgandakan, hati dilembutkan, dan iman diuji. Salah satu kisah penuh hikmah di bulan suci ini adalah kisah sahabat mulia, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ketika beliau menjaga harta zakat dan bertemu dengan pencuri yang ternyata adalah setan.

Ringkasan Kisahnya

Pada suatu malam di bulan Ramadhan, Abu Hurairah diberi amanah oleh Muhammad untuk menjaga harta zakat fitrah. Tiba-tiba datang seseorang yang mengambil makanan dari tumpukan zakat tersebut.

Abu Hurairah langsung menangkapnya. Namun orang itu memohon, “Aku miskin, aku punya keluarga, aku sangat membutuhkan.” Karena iba, Abu Hurairah pun melepaskannya.

Keesokan harinya, Rasulullah ﷺ bertanya, “Apa yang dilakukan tawananmu tadi malam?” Abu Hurairah pun menceritakan semuanya. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang itu telah berbohong dan akan kembali lagi.

Benar saja, malam berikutnya pencuri itu datang lagi. Ditangkap lagi, memohon lagi, dilepaskan lagi. Sampai malam ketiga, hal yang sama terjadi. Namun kali ini, pencuri itu berkata bahwa ia akan mengajarkan satu bacaan yang jika dibaca sebelum tidur, Allah akan menjaga dari gangguan setan hingga pagi.

Ia mengajarkan membaca Ayat Kursi sebelum tidur.

Keesokan harinya Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ia berkata benar, meskipun sebenarnya ia adalah pendusta. Kemudian Rasulullah menjelaskan bahwa orang tersebut adalah setan.

Hikmah dan Motivasi untuk Kita

Amanah harus dijaga dengan tanggung jawab. Abu Hurairah menjaga zakat dengan penuh kesungguhan. Ini mengajarkan kita bahwa setiap amanah, baik itu pekerjaan, keluarga, jabatan, maupun waktu, harus dijaga dengan serius, apalagi di bulan Ramadhan. Ramadhan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru ini momentum meningkatkan kualitas ibadah dan tanggung jawab.

Setan tidak pernah benar-benar berhenti menggoda. Walaupun dalam hadits disebutkan bahwa setan dibelenggu di bulan Ramadhan, tetap ada ujian dan godaan yang datang. Kadang godaan itu hadir dalam bentuk alasan yang tampak masuk akal, seperti rasa kasihan yang berlebihan, menunda ibadah, atau merasa sudah cukup baik. Kisah ini mengajarkan kita untuk waspada dan tidak mudah tertipu.

Kekuatan Ayat Kursi sangat besar. Setan itu sendiri mengajarkan agar membaca Ayat Kursi sebelum tidur supaya dijaga Allah hingga pagi. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya kalam Allah. Di bulan Ramadhan 1447 H ini, mari kita biasakan membaca Ayat Kursi setelah shalat dan sebelum tidur, serta memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an setiap hari.

Belajar dari siapa saja tetap harus disertai dengan pegangan pada kebenaran. Walaupun yang menyampaikan adalah setan, kebenaran tetaplah kebenaran. Namun kita tetap harus memastikan dan mengonfirmasi kepada sumber yang benar, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.

Pesan Motivasi Ramadhan

Ramadhan adalah bulan perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan. Jika Abu Hurairah diuji dengan godaan yang nyata, maka kita diuji dengan godaan menunda shalat, malas membaca Al-Qur’an, terlalu sibuk dengan urusan dunia, atau merasa cukup dengan ibadah yang sedikit.

Mari jadikan kisah ini sebagai pengingat untuk menjaga amanah, memperbanyak dzikir dan bacaan Al-Qur’an, melindungi diri dengan Ayat Kursi, serta tidak mudah tertipu oleh bisikan yang tampak baik namun menyesatkan.

Semoga di Ramadhan 1447 H ini, kita menjadi pribadi yang lebih kuat imannya, lebih jujur dalam menjaga amanah, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontak Kami

Silahkan hubungi kami apabila pertanyaan terkait Yayasan Al Abidin Surakarta.